Rabu, 02 Januari 2013

Papua Band Profile - de'Sagoo

de'Sagoo dan Reggae Musik Papua

Grup Band Muda berbakat yang dibetengi oleh beberapa musisi Papua ini terbentuk oleh inisiatif kolaborasi sejumlah band di Papua dengan pengalaman bermusik masing-masing lebih dari 10 tahun di Tanah Kelahirannya
Album Cover
de’Sagoo diangkat kata "Sagu" yang a.d. makanan pokok Papua sekaligus menunjukan jati diri grup ini sebagai generasi muda Papua.
influens 
Kendati datang dari berlainan grup, de’Sagoo bersenyawa dalam aliran musiknya dengan influence 311, No Doubt, UB40, John Mayer dan Jack Johnson membuat de’Sagoo suguhkan genre Universal Reggae (Rock Steady, Reggae, Groove and Fusion Funk). Karena sering berkumpul dan berlatih bersama lalu bersepakat untuk bermain dalam satu nama de’Sagoo. Keanekaragaman referensi yang dimiliki de’Sagoo membawa warna baru dalam aliran musik di Tanah Papua dan region sekitarnya..
Latarbelakang Sejarah
Perkembangan musik Papua membuat  de’Sagoo  memilih alur Rock Steady, Reggae, Groove dan Fusion Funk dengan tujuan memperkaya warna bermusik orang Papua sehingga bisa turut dalam kancah musik dunia dengan suguhan originalitas ciptaan lagu-lagu de’Sagoo
Mengapa Alur Musik tersebut menjadi pilihan? 
Karena jika pernah grup-grup legendaris Papua yang sudah membawamusik tradisional murni, yaitu Mambesak, lalu ada pula Black Brothers yang memperkenalkan musik ciptaannya sendiri, mereka berjaya bukan saja di Tanah Papua tetapi juga sempat merajai dunia musik di region tetangga, Indonesia, bersanding dengan Koes Plus yang jaya pada masanya bahkan sampai di Pasifik, kemudian ada Abreso yang mendaur ulang lagu-lagu tradisional dalam arrangement baru mereka, maka secara teknis de’Sagoo  menetapkan pilihan itu untuk memperkenalkan musik originalnya dengan nuansa yang lebih universal itulah sebabnya sebagian besar lagu-lagu de’Sagoo berbahasa Inggris, dalam kaitannya dengan pemberdayaan pemuda, dan pengembangan seni musik, maka kami coba satukan visi, serta mempertajam konsep dalam bermusik.
nuansa musik de’Sagoo 
Musik reggae adalah hasil kolaborasi musik mento, calipso, ska, dan rocksteady, yang berasal dari seputaran kepulauan Karibia, dan sebagian besar benua Afrika. Kolaborasi musik ini pertama kali diperkenalkan pada penikmat musik dunia oleh Bob Marley and The Wailers, dengan memberikan sentuhan musik Blues yang kental pada improvisasi lead guitar-nya.  de’Sagoo melihat grup band ini banyak menyoroti realitas kehidupan orang kulit hitam,  dan pesan religius, yang tertuang dalam lagu-lagu mereka. Apa yang dilakukan oleh grup band ini, akhirnya mendapat simpati dan menjadi legenda dalam peta perkembangan musik dunia.
Di dunia musik Reggae, musik yang diusung oleh Bob Marley and The Wailers ini dikategorikan sebagai Reggae Roots, artinya musik reggae murni (pure reggae), yang belum digabungkan dengan jenis musik yang lain.
Dalam perkembangannya, setelah musik reggae ini digabungkan dengan Rap, jadilah musik Dub dan Dancehall, seperti yang dibawakan oleh Buju Banton, Aswad, dan yang sekarang ini sedang digemari oleh generasi muda di Indonesia, adalah kelompok Souljah. Di samping grup regggae tersebut di atas, ada lagi grup reggae lain yang berhasil menggabungkan musik reggae ini dengan beberapa aliran musik, dan akhirnya menjadi trade mark grup tersebut, sebut saja, O’yaba, sukses menggabungkan musik gospel dengan reggae, UB 40 mengawinkan musik reggae dengan pop kreatif, dengan berani mengeksplorasikan sound-sound unik dan aneh dalam setiap karya mereka, Maxi Priest, Big Mountain dan Third World  berhasil menggabungkan Jazz, dan Musik Latin (American Traditional) dengan musik reggae, Lucky Dube, sukses mengawinkan musik reggae dengan musik Tradisional Afrika, dan masih banyak grup reggae lain yang melakukan kolaborasi musik reggae.
konsep bermusik & trade mark
Haruslah diakui, bahwa untuk mewujudkan hal tersebut di atas, bukanlah hal yang mudah, mengingat pluralitas masyarakat juga ikut mempengaruhi taste dari masing –masing individu, penikmat musik. Di samping itu paradigma umum yang berlaku di masyarakat merupakan tantangan terberat bagi  de’Sagoo untuk melangkah selama hampir satu dasa warsa ini.
Publik di Papua belum bisa membedakan konsep the real band dan konsep band penghibur dengan baik. Konsep the real band adalah band yang memiliki karakter, dan warna yang jelas dalam bermusik , karena produktif, dan kreatif dalam menciptakan musik dan lagu-lagu mereka sendiri. Sedangkan konsep band penghibur adalah konsep sebuah band yang hadir hanya untuk menghibur publik sesuai dengan selera, publik pada saat itu, sehingga band berkonsep ini, tidak lagi memiliki karakter dan aliran yang jelas dalam bermusik. 
Harus diakui bahwa di sinilah titik stagnasi dalam berkreasi bagi  grup-grup band di Papua dalam berkarya, karena ciri-ciri sebuah band yang nantinya memiliki prospek ke depan adalah band yang berkarakter, dan mempunyai warna musik yang jelas. Hal ini berlaku pula bagi de’Sagoo sebagai sebuah Reggae Band, dengan influence Rock Steady, Groove dan Fusion Funk, dengan mencoba memainkan musik-musik dari The Wailers, UB 40, O’yaba, Lucky Dube, dll, de’Sagoo tetap akan mencari warna atau trade mark sendiri, dalam bermusik tanpa menghilangkan jati diri sebagai sebuah grup band yang beraliran reggae.
Visi dan Misi 
Prinsipnya Reggae adalah musik yang berasal dan berkembang di daerah kepulauan (Karribia, Bahama, dll) kami sebagai “orang pulau” merasa bahwa musik jenis ini, pasti bisa diterima oleh masyarakat di Papua, karena musiknya yang sangat simpel, serta kekuatan lirik- liriknya, yang sering bercerita tentang, keindahan alam, persatuan dan perdamaian, serta cinta, merupakan tema sentral, dalam setiap perbincangan masyarakat di Papua pada umumnya. Orang di Papua sangat merindukan semua hal tersebut terjadi kembali di atas tanahnya. Fenomena yang sedang terjadi, alam kita telah dirusak. Hutan-hutan ditebang, sungai-sungai dicemari, keindahan alam kita hanya tinggal cerita. Konflik yang sering terjadi di Papua, menimbulkan rasa cemas, dan ketakutan yang berkepanjangan di masyarakat. Maka de’Sagoo lewat misi bermusik mengajak semua pihan untuk wujudkan Papua, yang aman, damai, dan lestari serta menghindari permusuhan, mepupuk terus persatuan dan persaudaraan, sebarkan cinta, karena hanya cintalah yang mampu mempersatukan berbagai macam perbedaan. Visi de’Sagoo adalah mengglobalkan Talenta Musikus dan Khasana Budaya Papua.
de’Sagoo digawangi 5 personil dengan Boi ‘B’ Erari sebagai vocalist,‘Djenggo’ Nuburi the bassist, Herruw ‘the beatman on drums dan Israil ‘Jezreel’ Ondi sang gitaris, sementara jari-jari Donny ‘247’ Repasi memainkan keyboard. Kaya dengan kreativitas dan spirit untuk mencipta, de’Sagoo siap menghadirkan kesegaran di ruang dengar Anda!
de’Sagoo hari ini 
Sementara ini dalam proses pembuatan Album Perdana dengan beberapa lagu seperti Ludee, Stay by Me, The Facebook, Lama-lama Bisa-bisa, Papuan Queen, Jayapura. Lagu-lagu ini direncanakan akan di-released tahun ini. Selain itu de’Sagoo  juga mempersiapkan diri untuk pengembangan band dan manajemennya melalui beberapa program bertahap yang di persiapkan berkesinambungan, diantaranya Program Jangka Pendek: Melegalisasi lagu-lagu ciptaan (Daftar Hak Cipta), Recording dan Launching Album Perdana (Show Keliling Papua), Masuk Management Toni Q Rastafara (Lengkapi Prosedural), mengikuti event akbar Reggae Fest Indonesia di Jakarta Desember 2011 mewakili Papua, melakukan penawaran Jasa Hiburan dalam rangka pengembangan de’Sagoo management. Lalu Program Jangka Menengah meliputi Recording Album Kedua dan seterusnya serta Pembuatan Rental Studio Musik yang akan menjadi bekal pelaksanaan Program Jangka Panjang yaitu Pembuatan Recording Studio Music dan PH (Production House), Konser Terbuka, Produksi dan Recording Label dan Music Study Plan (Sekolah Musik) yang bertujuan untuk melegitimasi skill dan kompetensi bermusik . Sehingga talenta bermusik itu dapat dijadikan kekayaan profesional yang dapat diwariskan pada generasi penerus.

Akhirnya dengan segala kekurangan dan keterbatasan yang ada, de’Sagoo sebagai sebuah grup band berkonsep the real band, akan mencoba memberikan sesuatu yang baru dan berbeda, bagi perkembangan seni musik di Papua.
Kontak Management:
BOI     :  (+62) 852 444 60020
Dheje (+62) 853 4479 9157

Facebook
de'Sagoo Demo Album

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar